Sejarah Singkat Wajah Tersenyum
Motif wajah tersenyum telah ada selama ribuan tahun. Salah satu contoh tertua yang diketahui adalah kendi Het berusia 3.700 tahun yang ditemukan di Karkamış, Turki, yang menampilkan wajah tersenyum sederhana. Sepanjang sejarah, seniman, desainer, dan pengiklan telah menggunakan wajah tersenyum yang disederhanakan dalam berbagai konteks.
Di era modern, beberapa desain wajah tersenyum yang terkenal muncul sebelum Smiley® diciptakan:
Awal tahun 1960-an: Radio WMCA “Good Guys”
WMCA, sebuah stasiun radio di New York, meluncurkan kampanye promosi "Good Guys" pada awal tahun 1960-an. Stasiun tersebut mendistribusikan kaos kuning bergambar wajah tersenyum berwarna hitam. Ini adalah salah satu desain wajah tersenyum kuning-hitam yang pertama kali didistribusikan secara luas dalam budaya populer Amerika.
1963: Lencana Perusahaan Harvey Ball
Harvey Ball, Seorang seniman grafis di Worcester, Massachusetts, ditugaskan oleh State Mutual Life Assurance Company of America untuk mendesain lencana peningkat moral untuk kampanye internal perusahaan. Konsep tersebut berasal dari eksekutif State Mutual, Joy Young. Ball menyelesaikan desain tersebut dalam waktu sekitar sepuluh menit dan dibayar $45. Dia tidak pernah mendaftarkan merek dagang, hak cipta, atau mengklaim kepemilikan atas desain tersebut. Bagian belakang lencana bertuliskan “The Smile Insurance Companies” - itu adalah lencana perusahaan, bukan ciptaan Ball dalam arti kekayaan intelektual apa pun. Lencana itu tidak pernah disebut “Smiley®”.
Awal tahun 1970-an: The Spain Brothers
Bernard dan Murray Spain memproduksi secara massal barang dagangan unik yang menampilkan wajah tersenyum dengan slogan “Have a Happy Day.” Merek mereka adalah “Have a Happy Day” - bukan Smiley®.
1971: Franklin Loufrani Menciptakan Smiley®
Franklin Loufrani, Seorang jurnalis di France-Soir di Paris, menciptakan kampanye untuk menyoroti berita-berita positif. Ia mendesain wajah tersenyum yang khas, menamakannya Smiley®, dan mendaftarkannya sebagai merek dagang—orang pertama yang melakukannya untuk motif wajah tersenyum. Kemudian, ia membangun bisnis lisensi di seputar motif tersebut.
Di sinilah Smiley® bermula. Sebelum tahun 1971, kata “Smiley®” tidak pernah dikaitkan dengan gambar wajah tersenyum dalam perdagangan di mana pun di dunia.
Apa yang Membuat Smiley® Berbeda?
Perbedaannya bukan tentang siapa yang pertama kali menggambar lingkaran kuning, tetapi tentang siapa yang membangun sebuah merek. Sebuah merek dagang. Sebuah nama. Sebuah identitas visual. Sebuah operasi perizinan yang mencakup lebih dari 155 negara dengan lebih dari 450 mitra. Sebuah jagat kreatif yang meliputi mode, kemewahan, kecantikan, makanan, ekspresi digital, dan dampak sosial. Kehadiran budaya selama 50 tahun yang terjalin melalui perdamaian dan cinta, rave, grunge, seni jalanan, haute couture, dan revolusi emoji.
Semua itu tidak ada sebelum Franklin Loufrani menciptakannya pada tahun 1971.
1997: Nicolas Loufrani dan Revolusi Digital
Pada tahun 1997, Nicolas Loufrani Smiley® meluas ke dunia digital dengan menciptakan emotikon grafis pertama, ikon Smiley® digital tiga dimensi yang terdaftar di Kantor Hak Cipta AS. Pada tahun 2001, Kamus Smiley® berisi 3.645 ikon di 23 kategori semantik. Karya ini mendahului sistem emoji modern lebih dari dua tahun dan menetapkan banyak prinsip desain yang menjadi dasar ekspresi emosi digital.
Smiley® vs Emoji
Emoji adalah bagian dari sistem standar Unicode yang dibuat untuk komunikasi digital. Smiley® adalah bahasa visual yang dipimpin oleh merek yang telah berkembang secara independen melalui karya kreatif, budaya, dan berlisensi. Meskipun emoji dipengaruhi oleh prinsip-prinsip visual serupa, yang banyak di antaranya pertama kali ditetapkan oleh Nicolas Loufrani, keduanya merupakan sistem yang berbeda. “Smiley®” merujuk pada merek. “Emoji” merujuk pada standar Unicode. Keduanya bukanlah hal yang sama.